Minggu, 09 Januari 2011

KONSEP
KEBUTUHAN MANUSIA DAN KEBUTUHAN DASAR

Manusia adalah satu dari sekian banyak mahluk ciptaan tuhan yang diberikan banyak kelebihan dari mahluk yang lain. Manusia adalah mahluk yang utuh dan unik. Sebagai mahluk yang utuh manusia terdiri dari bio psiko sosio dan spiritual. Manusia adalah terdiri dari satu kesatuan yang merupakan karakteristik dan berakal, memiliki sifat-sifat yang unik yang ditimbulkan oleh berbagai macam-macam kebudayaan. Dikatakan unik karena manusia memiliki beragai macam perbedaan dengan setiap manusia lain, mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Manusia sebagai mahluk individu, dimana manusia perbedaan dengan manusia lain dalam salah satu atau beberapa segi meliputi bio- psiko sosio dan spiritual.

KONSEP MANUSIA
Manusia dapt ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu manusia sebagai makhluk holistik dan manusia sebagai sistem

1.       Manusia sebagai makhluk holistik
Manusia sebagai makhluk holistik merupakan makhluk yang utuh atau paduan dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spiritual.
a.      Sebagai makhluk biologis
Manusia adalah mahluk hidup yang lahir, tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan.
Sebagai mahluk biologi manusia memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Manusia merupakan susunan sel-sel yang hidup yang membentuk satu jaringan dan jaringan akan bersatu membentuk organ dan system organ. Dalam pertumbuhan dan perkembangannya manusia dipengaruhi oleh berbagai macam factor meliputi :
1). Faktor lingkungan, meliputi idiologi, politik, ekonomi, budaya, agama.
2). Faktor social, sosialisasi dengan orang lain
3). Faktor fisik : geografis, iklim/cuaca.
4). Factor fisiologis : system tubuh manusia
5). Faktor psikodinamik : kepribadian, konsep diri, cita-cita.
6). Spiritual : pandangan, motivasi, nilai-nilai.
·         Tunduk terhadap hukum alam.
·         Memiliki individu
b.      Sebagai makhluk psikologis
Manusia memiliki struktur kepribadian, tingkah laku sebagai manifestasi kejiwaan, dan kemampuan berpikir serta kecerdasan.
Sebagai makhluk psikologis, manusia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Memiliki struktur kepribadian yang terdiri dari id, ego dan super ego
·         Dipengaruhi perasaan dan kata hati
·         Memiliki daya pikir dan kecerdasan
·         Memiliki kebutuhan psikologis agar pribadi dapat berkembang
·         Memiliki kepribadian yang unik
c.       Sebagai makhluk sosial
·         Manusia perlu hidup bersama dengan orang lain, saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup, mudah dipengaruhi kebudayaan, serta dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang ada.
·         Manusia sebagai mahluk social Manusia membutuhkan manusia lain didalam menjalani kehidupannya.
·         Ciri-ciri mahluk sosial adalah :
1.      Sebagai mahluk yang tidak dapat lepas dari orang lain manusia memiliki cipta (kemampuan untuk melakukan sesuatu), rasa (perasaan), dan karsa (tujuan).

2. Manusia hidup dalam kelompoknya (keluarga, masyarakat), manusia suci bagi manusia lain (Homosacra Res Homonim), dan engkau adalah aku (Tat Twan Asi)
3. Manusia selalu bersosialisasi, berhubungam, menyesuaikan diri, saling mencintai, menghormati, dan saling menghargai manusia lain dari masa kanak-kanak sampai dengan meninggal dunia
d.      Sebagai makhluk spiritual
Manusia memiliki keyakinan, pandangan hidup, dan dorongan hidup yang sejalan dengan keyakinan yang dianutnya. Manusia sebagai mahluk spiritual Manusia diciptakan oleh Allah SWT, dalam bentuk yang sebaik-baiknya, memiliki jiwa yang sempurna, untuk menjadi khalifah dibumi. Bukti manusia mahluk spiritual :
·         Memiliki keyakinan dan kepercayaan
·         Menyembah tuhan

2.       Manusia sebagai sistem
Manusia sebagai sitem terdiri atas sistem adaptif, personal, interpersonal dan sosial
a.      Sistem adaptif
Sistem adaptif merupakan proses perubahan individu sebagai respon terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi integritas atau keutuhan. Lingkungan adalah seluruh kondisi/keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau kelompok organisme.
b.      Sistem personal
Manusia memiliki proses persepsi dan bertumbuh kembang. Perawat harus mengerti konsep self, persepsi, tumbang.
c.       Sistem interpersonal
Manusia dapat berinteraksi, berperan dan berkomunikasi terhadap orang lain. Perawat harus mengerti konsep interaksi, peran dan komunikasi.
d.      Sistem sosial
Manusia memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan di lingkungannya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan pekerjaan. Perawat harus mengerti konsep organisasi power, otoritas dan pengambilan keputusan.

HOMEOSTASIS DAN HOMEODINAMIK

HOMEOSTASIS
HOMEOSTASIS, merupakan mekanisme tubuh untuk untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang dialaminya. Proses ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami/ berada pada kondisi stress, yang secara alamiah tubuh akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi agar tetap seimbang
Homeostasis adalah suatu proses pemeliharaan stabilitas dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar yang terjadi secara terus-menerus.
  1. Homeostasis fisiologis
Dikendalikan oleh sistem endokrin dan sistem saraf otonom. Proses homeostasis fisiologis terjadi melalui empat cara berikut:
·         Pengaturan diri : sistem ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat.
·         Kompensasi. Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan yang terjadi di dalam tubuh. Misalnya : tubuh menggigil ketika kedinginan
·         Umpan balik negatif. Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.
·         Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis. Misalnya: apabila seseorang mengalami hipoksia, akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa oksigen dan darah yang cukup ke sel tubuh.

  1. Homeostasis psikologis
Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interkasi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat.

HOMEODINAMIK
Homeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus-menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya.
Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda, proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri.
Dalam proses homeodinamik ini terdapat beberapa prinsip berikut :
  1. Prinsip intergralitas,yaitu prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena adanya interkasi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.
  2. Prinsip resonansi, yaitu prinsip bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi, mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Prinsip helicy, yaitu prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan.



KONSEP
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal seperti makan, air, keamanan, dan cinta yang merupakan hal yang penting untuk bertahan hidup dan kesehatan. Walaupun setiap orang mempunyai sifat tambahan, kebutuhan yang unik, setiap orang mempunyai kebutuhan dasar manusia yang sama. Besarnya kebutuhan dasar yang terpenuhi menentukan tingkat kesehatan dan posisi pada rentang sehat sakit.
Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang dapat digunakan perawat untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia pada saat memberikan perawatan. Menurut teori ini beberapa kebutuhan dasar manusia tertentu lebih dasar daripada kebutuhan yang lainnya, oleh karena itu, beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lain. Misalnya, orang yang lapar akan lebih mencari makanan daripada melakukan aktifitas untuk meningkatkan harga diri.
Hirarki kebutuhan manusia mengatur kebutuhan dasar dalam lima tingkatan prioritas. Tingkatan yang paling dasar atau yang pertama meliputi kebutuhan fisiologis seperti uadara, air, makanan, suhu, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan seks. Tingkatan yang kedua meliputi kebutuhan keselamatan dan keamanan, yang melibatkan keamanan fisik dan psikologis. Tingkatan yang ketiga mencakup kebutuhan cinta dan rasa memiliki, termasuk persahabatan, hubungan social, dan cinta seksual. Tingkatan yang keempat meliputi kebutuhan rasa berharga dan harga diri, yang melibatkan percaya diri, merasa berguna, penerimaan dan kepuasan diri. Tingkatan yang akhir adalah kebutuhan aktualisasi diri, pernyataan dari penerimaan yang penuh potensi dan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengatasinya dengan cara realistis yang berhubungan dengan situasi hidup.
Selama hidup yang dialami, kebutuhan dasar manusia seorang individu mungkin tidak terpenuhi, terpenuhi sebagian , atau terpenuhi seluruhnya. Menurut teori ini, seseorang yang seluruh kebutuhannya terpenuhi merupakan orang yang sehat, dan seseorang dengan satu atau lebih kebutuhan yang tidak terpenuhi merupakan orang yang beresiko untuk sakit atau mungkin tidak sehat pada satu atau lebih dimensi manusia.

Beberapa karakteristik kebutuhan dasar manusia adalah :
  1. Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama dimana setiap kebutuhan dimodifikasi sesuai kultur.
  2. Seseorang memenuhi kebutuhannya sesuai prioritas.
  3. Walaupun kebutuhan umumnya harus dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat ditunda.
  4. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menghasilkan ketidakseimbangan homeostatic : sakit.
  5. Kebutuhan dapat  membuat seseorang berpikir dan bergerak untuk memenuhi rangsang internal dan eksternal.
  6. Seseorang dapat merasakan adanya kebutuhan dapat berespon dengan  berbagai cara.
  7. Kebutuhan saling berkaitan, beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi kebutuhan lainnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia:
  1. Penyakit
Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya.


  1. Hubungan keluarga
Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga dan lain-lain.
  1. Konsep diri
Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang positif memberikan makna dan keutuhan bagi seseorang. Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif terhadap diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah
  1. Tahap perkembangan
Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. Setiap tahap perkembangan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial maupun spiritual, mengingat berbagai fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan aktivitas yang berbeda.

Beberapa kategori hirarki kebutuhan dasar manusia :
  1. Halbert Dunn’s (1958) mengkategorikan kebutuhan dasar manusia meliputi bertahan, komunikasi, tumbuh, imajinasi, cinta, keseimbangan, lingkungan, filosofi hidup, kebebasan.
  2. Abraham H. Maslow (1970) mengkategorikan kebutuhan dasar manusia menjadi 5 tingkatan yakni kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan, kebutuhan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan harga diri serta kebutuhan aktualisasi diri.

5 Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) menurut Abraham Maslow adalah sebagai berikut:
  1. Kebutuhan Psikologis (Physiological Needs), yaitu kebutuhan  makanan, minuman, tempat tinggal dan lain-lain.
  2. Kebutuhan Keamanan (Safety Needs), yaitu kebutuhan akan perlindungan keselamatan terhadap bahaya atau kekerasan, setelah kebutuhan psikologi sudah terpenuhi.
  3. Kebutuhan Sosial (Social Needs) timbul bila kedua kebutuhan sebelumnya telah dipenuhi, yaitu kebutuhan akan afiliasi, persahabatan serta memberi dan menerima kasih sayang/dihargai dengan/dari/oleh orang lain dalam kehidupan sosial masyarakat.
  4. Kebutuhan Prestise (Ego/Esteem Needs), yaitu kebutuhan akan penghargaan untuk penghormatan diri, status, perhatian hingga penerimaan orang lain, yang muncul bila ketiga kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi. Menurut Maslow kebutuhan ini jarang dapat dipuaskan.
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-Actualization Needs) merupakan kebutuhan terakhir apabila keempat kebutuhan lainnya di atas telah terpenuhi, yang dapat mendorong perilaku seseorang untuk dapat mempertinggi kemampuan kerja.

Richard Kalish (1977), mengembangkan dari kebutuhan dasar menurut Maslow, menjadi : kebutuhan fisiologis, kebutuhan stimulasi, kebutuhan proteksi, kebutuhan cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri, kebutuhan spiritual dan kebutuhan 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini